
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2026 pada Kamis, 19 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan menjadi bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah guna memastikan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota.
Forum tahun ini mengangkat tema Transformasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Secara Berkelanjutan Melalui Integrasi Ekonomi Hijau dan Pengelolaan Sampah Berbasis Waste-to-Energy. Tema tersebut mencerminkan arah kebijakan pembangunan lingkungan hidup yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Capaian dan Penguatan Target
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa sejumlah indikator kualitas lingkungan hidup di Jawa Barat menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, pemerintah daerah menegaskan pentingnya peningkatan kinerja secara berkelanjutan melalui penguatan perencanaan, tata kelola, serta evaluasi program secara berkala.
Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintah maupun di tingkat masyarakat, menjadi salah satu fokus dalam perencanaan tahun 2027. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi kebijakan di lapangan secara lebih efektif dan terukur.
Transformasi Pengelolaan Sampah
Isu persampahan masih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Barat. Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif untuk mengurangi timbulan sampah dan meningkatkan pengelolaannya.
Pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy dipandang sebagai salah satu alternatif solusi jangka panjang. Namun demikian, pendekatan ini tetap ditempatkan dalam kerangka pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, serta penguatan partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah menekankan bahwa transformasi ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga perubahan pola pengelolaan dan peningkatan kesadaran bersama.
Integrasi Ekonomi Hijau dan Perencanaan Berbasis Data
Forum juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat pusat, akademisi, organisasi profesi, serta lembaga pendanaan lingkungan. Diskusi menyoroti pentingnya integrasi ekonomi hijau dalam dokumen perencanaan daerah, serta perlunya kebijakan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan dinamika pembangunan.
Perencanaan lingkungan hidup ke depan diarahkan agar semakin berbasis data yang terintegrasi, mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Penguatan Kolaborasi dan Dukungan Program
Pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta mitra pembangunan lainnya.
Dukungan pendanaan untuk program lingkungan hidup, termasuk penguatan ekonomi sirkular dan pengurangan timbulan sampah di tingkat komunitas, juga menjadi bagian dari pembahasan. Hal ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong inovasi lokal yang berdampak positif.
Komitmen Berkelanjutan

Melalui Forum Perangkat Daerah Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup secara terencana, terukur, dan kolaboratif. Tantangan yang ada dipandang sebagai bagian dari proses penguatan tata kelola menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat,diharapkan berbagai program lingkungan hidup dapat memberikan manfaat nyata serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan di Jawa Barat.
Penulis: Admin DLH



