Tentang SIPELOR


Sistem Informasi Perencanaan dan Pelaporan (SIPELOR) merupakan alat bantu yang memungkinkan pengusulan kegiatan di internal DLH Provinsi Jawa Barat sekaligus pemeringkatan kegiatan tersebut dapat dievaluasi oleh setiap jenjang pengambilan keputusan yang dapat melibatkan sampai dengan level operator secara online sehingga keterbatasan waktu untuk membahas tuntas usulan kegiatan terpilih dapat dilaksanakan dengan baik dimanapun lokasi pengambil keputusan tersebut berada dan tentunya untuk membangun persepsi yang sama dalam melaksanakan pembangunan urusan lingkungan hidup dengan difasilitasi oleh informasi-informasi yang mendukung perencanaan terkait Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, dan pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan output kegiatan yang dapat mendukung dalam pencapaian outcome yang kualitas laporannya baik serta dikumpulkan tepat waktu.

Manfaat:

  • Terwujudnya kemudahan penginputan data usulan rencana kegiatan dan laporan kegiatan yang efisien dan efektif;
  • Tersedianya data usulan rencana kegiatan sesuai kaidah money follow program, program follow result untuk pencapaian Indikator kinerja program dan indikator kinerja misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terkait dengan urusan lingkungan hidup sesuai Rancangan RPJMD 2018-2023, antara lain: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH); Indeks Kualitas Air (IKA); Indeks Kualitas Udara (IKU); Indeks Tutupan Vegetasi (ITV); dan Tingkat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca yang selanjutnya akan diinputkan pada aplikasi RKPD online;
  • Meningkatnya kemampuan dan pemahaman yang sama antar unit kerja di DLH kinerja DLH Provinsi Jawa Barat karena adanya standar yang disepakati bersama;
  • Meningkatnya kemudahan penelusuran data kegiatan setiap tahunnya;
  • Berkurangnya pemakaian kertas (paper less).

Layanan


Pembangunan Sistem Informasi Perencanaan dan Pelaporan (SIPELOR) DLH Provinsi Jawa Barat dibuat dalam upaya untuk mengkombinasikan manusia (people), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi (network), dan basis data (data base) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi.

Sistem Perencanaan

Penyusunan perencanaan kegiatan yang dilaksanakan harus optimal, “fail to plan, plan to fail”, perencanaan kegiatan harus jelas tujuannya serta jelas pentahapannya sehingga output dari setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat dievaluasi keselarasan maupun kontribusinya terhadap pencapaian sasaran yang telah ditetapkan pada akhir umur kegiatan, yang pada akhirnya kumpulan output-output kegiatan harus dapat mewujudkan outcome.

Masuk

Sistem Pelaporan

Setiap PD sebagai unsur penyelenggara urusan pemerintahan diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. Pertanggungjawaban dimaksud berupa laporan yang disampaikan kepada atasan masing- masing, lembaga-lembaga pengawasan dan penilai akuntabilitas, dan akhirnya disampaikan kepada Gubernur selaku kepala pemerintahan Daerah.

Masuk

Dukungan pihak terkait...


Dalam upaya implementasi Sistem Informasi Perencanaan dan Pelaporan (SIPELOR) ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terkait sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga dapat membantu dan meningkatkan proses usulan kegiatan dan pelaporan kegiatan di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Perencanaan dan pelaporan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah proses pembangunan, khususnya dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan yang selama ini hal tersebut dilaksanakan secara konvensional. Oleh karena itu kami sangat mendukung disusunnya aplikasi yang berjudul Sistem Informasi Perencanaan dan Pelaporan (SIPELOR)

NANA NASUHA DJUHRI, Sp.1 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Secara prinsip Sistem Informasi Perencanaan dan Pelaporan yang digagas oleh saudari Ruly cukup bisa diaplikasikan sebagai bahan evaluasi lebih lanjut yang harus dilakukan oleh Subbag Perencanan dan atau Sekretaris sehingga rencana atau evaluasi menjadi relevan dan sinergis.

Ir. Bambang Tirto Y, MM

Sekretaris Bappeda JABAR

Akan mendukung dari sisi kesesuaian untuk mencapai indikator kinerja utama dinas lingkungan hidup provinsi Jawa Barat.

Ir. Toto Hermanto, M.Si

Sekretaris Inspektorat JABAR

Prioritas Daerah TA. 2019 | Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang [P6]:

[S1] Menurunnya Tingkat Pencemaran Air dan Udara (Indikator: IKA=40,64; IKU=51,72)
[S2] Meningkatnya Konservasi Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati
[S3] Meningkatnya Kualitas Penataan Ruang
[S4] Menurunnya Emisi Gas Rumah Kaca (Indikator: Tingkat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca= 3,37%)
[S5] Meningkatnya Pengelolaan Limbah.