Print this page
08
February

BIMBINGAN TEKNIS APARAT PENILAI PROPERDA JAWA BARAT TAHUN 2018

Written by 
Published in Berita Terkini

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis Aparat Penilai PROPERDA Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 31 Januari – 2 Februari 2018 bertempat di Arion Swissbell Hotel Kota Bandung. Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari DLH Provinsi Jawa Barat dan DLH Kabupaten/kota yang berada di wilayah DAS Citarum yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kabupaten Cianjur.


Tujuan dari kegiatan bimbingan teknis ini adalah meningkatkan kompetensi aparat penilai properda baik teknis maupun dalam hal kebijakan peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan lingkungan hidup. PROPERDA adalah Program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dalam Pelaksanaan Dokumen Lingkungan,  Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Limbah B3. PROPERDA merupakan instrument yang sangat strategis guna mendorong penaatan perusahaan dalam memenuhi berbagai peraturan perundang undangan terkait lingkungan hidup seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kriteria penilaian ketaatan mengacu kepada peraturan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh sebab itu perlu peningkatan kompetensi dari aparat penilai PROPERDA agar pelaksanaan PROPERDA berjalan dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Bapak Anang Sudarna dalam sambutannya menyampaikan bahwa PROPERDA yang dilaksanakan sejak tahun 2015 mengadopsi dari program PROPER yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keberhasilan PROPER dalam meningkatkan ketaatan industri menjadi pendorong dilaksanakanya kegiatan PROERDA Jawa Barat. Meningkatnya jumlah peserta PROPERDA Jawa Barat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa PROPERDA menjadi tools yang sangat efektif dalam meningkatkan kepedulian industri dalam mengelola lingkungan. Sedangkan Ibu Eva Fandora selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Provinsi Jawa Barat, dalam paparannya beliau menyampaikan tentang hasil Pelaksanaan PROPERDA Jawa Barat tahun 2017 dan rencana pelaksanaan PROPERDA Jawa Barat tahun 2018. Pada tahun 2017, industri yang terlibat dalam kegiatan PROPERDA Jawa Barat sebanyak 225 perusahaan yang tersebar di 9 kabupaten/kota yang berada di DAS Citarum yaitu Kota yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Hasil penilaian  PROPERDA tahun ini industri yang meraih peringkat BIRU sebanyak 131 perusahaan, peringkat MERAH 88 perusahaan, peringkat HITAM 4 perusahaan dan 2 perusahaan tidak diberikan peringkat karena sedang dalam tahap renovasi bangunan. Sedangkan untuk tahun 2018 industri yang terlibat dalam kegiatan PROPERDA Jawa Barat meningkat menjadi 250 perusahaan dengan tambahan cakupan wilayah yaitu Kabupaten Cianjur. Dengan bertambahnya industri yang menjadi peserta PROPERDA Jawa Barat diharapkan semakin meningkatkan ketaatan dan kepedulian industri dalam pengelolaan lingkungannya.

Foto Kegiatan Bimbingan Teknis

Pengajar pada kegiatan bimbingan teknis ini adalah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dari Direktorat Pengendalian Pencemaran Air,  Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara, Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta dari  setjen direktorat PPKL.


Pada hari pertama, materi yang disampaikan adalah tentang pengendalian pencemaran air dengan pemateri Bapak Iim Ibrahim adapun materi-materi yang disampaikan adalah pengelolaan air limbah di industri, identifikasi sumber pencemar di industri, kriteria proper pengendalian pencemaran air dan penjelasan tentang peraturan-peraturan baku mutu air limbah.
Pada hari kedua materi yang disampaikan yaitu tentang Pengendalian Pencemaran Udara oleh Bapak Deny Silaban dengan materi-materi yang disampaikan yaitu Identifikasi sumber pencemaran udara, pengelolaan sumber pencemaran udara, peraturan terkait pengendalian pencemaran udara serta teknis isokinetik. Sedangkan pada hari ketiga materi pengajaran yang disampaikan adalah tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun oleh Ibu Roliah dari Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Beracun. Adapun materi-materi yang disampaikan yaitu pengelolaan limbah B3, implementasi sistem tanggap darurat dan aplikasi pelaporan limbah B3 online.
Melalui bimtek ini diharapakan para peserta dapat memiliki kemampuan dalam melakukan penilaian terhadap industri lebih objektif dan mengacu kepada kriteria dan peraturan yang berlaku.

Read 1833 times Last modified on Thursday, 08 February 2018 08:37
Rate this item
(0 votes)
Admin DLH Jabar

Latest from Admin DLH Jabar